Mengenai Hujan dan Pagi
Ada nama yang yang sudah terjaga
Mengenai nama yang belum bisa aku yakini jadi yang pertama dan terakhir
Tapi yang aku yakini hati ini sering menyebut namanya
Nama yang sudah terbiasa tersiar dalam alam bawah sadarku
Apa kamu tau?
Ada yang menunggu hatimu mengarah pada jalan yang sudah ada dihati ini
Saat hujan di pagi hari mungkin mengingatkan kau dengan orang lain
Dan aku mengingatmu
Hanya sekedar bayangan siluet dalam fikiran
Yang terasa nyata didepan pandanganku
Tak bisa aku lebihkan rasa ini
Dan tak bisa aku kurangkan rasa ini
Biarkan pada porsi yang sepantasnya
Terkadang aku berharap
Hujan di Pagi hari mampu menghapus rasa ini
Tapi yang terjadi
Semakin sering hati ini menyebut namamu
Hanya hujan di malam hari yang mampu menghapusmu
Hujan yang tak bisa diduga
Hujan yang aku inginkan tapi tak aku dambakan
Rabu, 04 Juli 2018
Senin, 26 Februari 2018
Tak Ada Air Hujan Detik Ini
Malam ini pukul 18.42
Di ruang kantorku
Aku menulis bait ini
Aku menangis tanpa alasan yang mau aku akui
Aku menangis karena ini aktualisasi dari hati ku
Yang penuh tanya tak usai
Tangis ini merupakan tangis yang kutahan setiap hari
Tangis yang bisa aku keluarkan sendiri
Tanpa ada yang mengetahui
Aku berharap ada yang mengatakan
" Kamu akan baik-baik saja "
Tapi nyata tetap lah yang terjadi
Aku sendirian, dengan kesendirian ini
Aku yang merasa Air Hujan cukup mewakiliku
Tapi malam ini pada detik ini tak ada air hujan
Rasa
Aku merasa
Mengenai hati yang berbeda
Aku merasa
Mengenai rasa yang indah
Aku merasa juga
Bahwa ini sungguh memayahkan
Terbiasa tak diungkap
Biarkan dia di dalam
Aku tak berharap ada pengungkapan
Aku hanya berharap rasa ini tetap didalam
Tertutup rapi
Jika ada waktu yang datang kembali
Aku berharap bertemu lebih awal
Tapi tidak, lebih baik seperti ini
Agar tidak ada yang terlalu dalam
Kecuali aku
Demi kepayahan ini
Biarkan saja terbiaskan pada hujan
Biarkan saja terlepas bersama angin
Biarkan saja ia menghilang
Rasa yang akan tetap pantas
Akan tetap menuntun pada tempat yang benar
Jadi biarkan dahulu
Ku mohon tetap pada semestinya
-FathiaRasa-
Mengenai hati yang berbeda
Aku merasa
Mengenai rasa yang indah
Aku merasa juga
Bahwa ini sungguh memayahkan
Terbiasa tak diungkap
Biarkan dia di dalam
Aku tak berharap ada pengungkapan
Aku hanya berharap rasa ini tetap didalam
Tertutup rapi
Jika ada waktu yang datang kembali
Aku berharap bertemu lebih awal
Tapi tidak, lebih baik seperti ini
Agar tidak ada yang terlalu dalam
Kecuali aku
Demi kepayahan ini
Biarkan saja terbiaskan pada hujan
Biarkan saja terlepas bersama angin
Biarkan saja ia menghilang
Rasa yang akan tetap pantas
Akan tetap menuntun pada tempat yang benar
Jadi biarkan dahulu
Ku mohon tetap pada semestinya
-FathiaRasa-
Rindu
Aku rindu
Akan jejak langkah penuh memori
Aku rindu
Akan kenangan setiap kejadian
Dan rindu-rindu membuat bait-bait ini
Menjadi penuh kerinduan
Suatu saat aku juga akan rindu pada kenangan pada hari kemarin dan hari ini
Aku rindu pada semua yang aku rindukan
Jika berbicara mengenai rindu
Katakan bahwa rinduku sangat memuncak
Rinduku pada Rabbku
Rinduku pada Rasulku
Rinduku pada Ibuku
Rinduku pada Adikku
Rinduku pada kenangan langkah kakiku
Aku rindu dan tapi membuat rasa campur yang memayahkan
Rindu.. rindu.. rindu
Hingga tiba saatnya rindu itu hilang
Dimana aku sudah di tempat yang sangat indah
Jika kalian baca ini
Tolong sampaikan betapa aku sangat rindu semua yang pernah masuk dalam hidupku
Tolong sampaikan betapa aku rindu pada Ibuku setiap saat meski akhirnya malam tiba
Aku akan dirumah
Hingga tiba waktu yang berbeda
Saat aku bukan pulang kerumah
Disaat itulah ku harap kalian tidak rindu padaku
Tapi tetap mengingatku
Sampaikan pada Adikku
Betapa aku menyayanginya
Walau kami berbeda, tapi tetap aku menyayanginya
Dan sampaikan juga pada sahabat-sahabatku
Terimakasih dan aku menyayangi kalian
Terimakasih
Aku rindu akan kalian
Rindu yang sangat indah
Rindu yang penuh ketulusan
-FathiaRindu-
Akan jejak langkah penuh memori
Aku rindu
Akan kenangan setiap kejadian
Dan rindu-rindu membuat bait-bait ini
Menjadi penuh kerinduan
Suatu saat aku juga akan rindu pada kenangan pada hari kemarin dan hari ini
Aku rindu pada semua yang aku rindukan
Jika berbicara mengenai rindu
Katakan bahwa rinduku sangat memuncak
Rinduku pada Rabbku
Rinduku pada Rasulku
Rinduku pada Ibuku
Rinduku pada Adikku
Rinduku pada kenangan langkah kakiku
Aku rindu dan tapi membuat rasa campur yang memayahkan
Rindu.. rindu.. rindu
Hingga tiba saatnya rindu itu hilang
Dimana aku sudah di tempat yang sangat indah
Jika kalian baca ini
Tolong sampaikan betapa aku sangat rindu semua yang pernah masuk dalam hidupku
Tolong sampaikan betapa aku rindu pada Ibuku setiap saat meski akhirnya malam tiba
Aku akan dirumah
Hingga tiba waktu yang berbeda
Saat aku bukan pulang kerumah
Disaat itulah ku harap kalian tidak rindu padaku
Tapi tetap mengingatku
Sampaikan pada Adikku
Betapa aku menyayanginya
Walau kami berbeda, tapi tetap aku menyayanginya
Dan sampaikan juga pada sahabat-sahabatku
Terimakasih dan aku menyayangi kalian
Terimakasih
Aku rindu akan kalian
Rindu yang sangat indah
Rindu yang penuh ketulusan
-FathiaRindu-
Rabu, 21 Februari 2018
Conference Pers Part 1
Saat ini aku sedang menulis cerita mengenai gadis bernama Fathia (semoga selesai tahun ini). Fathia adalah nama yang tiba-tiba terfikir dan aku suka. Dia sosok yang berbeda dengan karakterku. Fathia adalah metamorfosa pandangan aku dari beberapa buku dan film yang aku baca bahkan dari beberapa riset kecil-kecilan dari beberapa kejadian dari hidupku.
Dan beberapa puisi yang aku tulis disini rata-rata bukan mengenai isi hati benar-benar. Tapi itu curahan hati setelah aku membaca beberapa buku atau menonton film. Aku tahu rasanya putus cinta dari buku yang aku baca dan rasanya gak enak (Alhamdulillah belum pernah pacaran.hehe tapi lagi nunggu kamu kok walau ga tahu kata "kamu" ini untuk siapa..hahaha). Aku sering masuk kedalam beberapa cerita buku atau film dan merasuk dalam beberapa hari bahkan sampai saat ini masih terbayang perasaan dalam ceritanya. Apalagi cerita tentang anak Afganistan yang sungguh mengharukan, perasaan sangat sedih itu masih ada di hatiku. Itu sisi lain dari diriku, tapi kalau ketemu langsung, aku itu seru kok hahaha.
Semoga cerita tentang Fathia akan selesai. Ditunggu aja, biar waktu yang menjawab, dan aku akan berusaha.
Salam dari ku
Eka
Penulis mengenai Fathia
Bisik dan Bisu
Bisik dalam hembusan pagi
Bisik yang sunyi dalam kemaraman
Bernyanyi dalam kesendirian
Bisumu bagai emas yang tak terjual
Bisumu membuat cleopatra meradam
Bisumu dalam kebisuan bahasa malam
Tak ada yang bisa diperbuat
Dengan kenyataan semua terdiam
Menyadari bahwa diam mu tak bisa ubah realita
Temaram lembayung
Dengan kekusaman lusuh dirimu
Kacau
Duduk manis dalam senyum palsu
Cerahnya langit takan hentikan topengmu
Gelap saja bisa kau bermain
Apalagi saat terang dengan mentari
Untuk mu yang bertopeng
Salam dari ku
Fathia
Salam Dari Fathia
Apakah kamu menjadi sebuah dimensi waktu
Yang disebut memori
Dimensi yang berisi hal yang terekam
Mengenai kamu yang putih dan hitam
Apakah kamu tahu mengenai warna
Atau kamu hanya tahu putih dan hitam?
Apa tidak membosankan?
Coba kamu keluar dan memandang langit di saat senja dalam rintikan hujan
Kamu akan melihat warna alam yang indah
Dalam langit oranye dipadukan dengan warna pelangi yang indah
Cobalah sekali saja
Dan saksikan
Jangan memurung
Walau hujan membuat kamu takut
Kamu harus tahu
Setelah kamu melalui ketakutan
Akan ada pelangi yang indah
Yang sudah menanti dilihat oleh semua pasang mata
Di muka bumi ini
Untuk mu yang bersedih
Salam dari ku
Fathia
Langganan:
Postingan (Atom)