Senin, 27 Agustus 2018

Rerumputan di Siang itu

Siang itu
Aku merasa ketenangan

Siang itu kau mampu melihatku dari kejauhan
Tapi aku tidak
Bukan karena tidak mau
Tapi karena tidak mampu

Tapi terimakasih kamu sudah melihatku
Dan menghampiriku

Lalu kita duduk diatas rerumputan
Aku merasa ketenangan
Aku merasa membaik
Aku merasa yang berbeda dari mu
Yang mampu membuatku berfikir
Bahwa aku tenang
Sulit diungkapkan
Aku tidak faham itu apa
Tapi aku tidak merasa galau atas semua kegelisahan akan dirimu

Tapi siang itu, aku merasa ketenangan berada disuasana itu

Kita bercengkrama mengenai hal yang baik
Meski lebih tepatnya aku yang menjadi pendengar
Tapi aku suka

Aku suka siang itu
Aku suka suara suara yang lain tidak mempengaruhi suara mu yang penuh kebaikan

Sekali lagi aku merasa tenang
Rumput yang kita duduki akan menjadi saksi
Betapa aku merasa ketenangan dalam kebaikan di siang itu

Dan suatu saat bisakah Allah pertemukan kita duduk di tempat yang Halal ?
Duduk bersama menuju Surga-Nya

Rerumputan di Siang itu, akan menjadi memoriku
Mengenai kamu

Selasa, 14 Agustus 2018

Hanya Mengenai Sebuah Nama

Diri ini tersadar akan kehampaan
Rasa yang kosong
Seperti malam dalam kebisuan

Tapi,
Ada hal yang berbeda kali ini
Mengenai hal yang datang
Aku harap tidak pergi lagi

Pagi menghiasi hati ku
Dengan perasaan yang membuat bunga-bunga bermekaran
Aku tersenyum
Meski hanya melihat kemacetan jalan jalan kota

Malam memberi arti
Mengenai dirimu yang aku temui
Padahal ingin sekali
Aku mengatakan hal yang indah
Mengenai rasa ini
Bukan mengenai tadi malam yang ku katakan

Mengenai nama mu yang sering aku sebut
Mengenai tawa mu yang sering ku dengar
Padahal jelas, kamu tidak ada di sekitarku saat itu

Matamu yang sering menyilaukan mataku
Sehingga aku tidak bisa menatapnya lama

Mengenai arti rasa yang terpendam
Mengenai nama mu yang selalu terasa mendalam
Apa aku ada kepantasan
Untuk berada disampingmu
Selalu ?

Suatu hari nanti
Ku tunggu kamu
Menjawabnya

Atau pun kamu yang memang sudah ingin jua aku temani
Mengisi hari-hari bersama teriknya mentari
Sejuknya hujan di pagi hari
Hangatnya malam bersama bintang dan bulan

Aku menunggu
Untuk kamu yang namanya sering ku Sebut
Hanya mengenai sebuah nama
Nama mu

Rabu, 18 Juli 2018

Fase

Pernah tidak?
Dirimu merasa sangat tidak semangat
Dan seperti terjatuh
Sangat dalam

sehingga kamu bingung menangis karena apa
Mungkin ini terjadi saat semuanya memuncak

Dan ini fase yang sangat tidak baik
Aku harus berusaha menyelesaikan fase ini


_____________________________________________________________________________________

Wahai angin
Aku meniup kegundahan yang ada didalam jiwa
Wahai cahaya
Aku membiaskan kemuraman yang ada didalam jiwa
Wahai hujan
Bawalah kesedihanku pada aliranmu sampai ia hilang

Wahai diriku
Kuatlah, bangkitlah dan kata kan pada dunia
Bahwa kamu bisa, bahwa kamu mampu

Ingatlah ibumu dan adikmu
Dan berserahdirilah kepada Allah Subhana Wata'ala

Selasa, 17 Juli 2018

Asa Tak Pantas Terbalas

Aku merasa mengenai hati yang berbicara
Bahwa ia sangat lelah pada rasa
Tak bisa menjadi yang terlihat
Dan tak bisa membuat suasana yang disuka

Ia hanya bisa memandang
Dengan perasaan yang tak bisa digambarkan
Ia terlalu lemah dan lelah

Dia tak kunjung sadari
Hati yang inginkan karam

Menyebrangi samudera dan benua
Dan jauh dari kenyataan
Bahwa bukan hati ini

Menjadi mata yang hanya bisa melihat tanpa dibalas
Asa ini terasa tak pantas dibalas
Sepi menyelimutinya
Dalam keheningan semua melebur satu satu
Menjadi buih dan debu
Terbang tanpa tujuan

Hati ini akan melupakan
Bait bait yang tak pantas
Hati ini akan menerbangkan
Rasa rasa yang tak seharusnya bertahan

Aku akan pergi
Dan menjadi diriku yang lebih baik
Tanpa bayanganmu
Jadi ku mohon jangan munculkan ia kembali
Kamu jangan membuat hatiku bangkit lagi
Dengan ketidakpantasan akan dirimu

Menjauhlah wahai kamu
Aku tau kita tetap sering bertemu
Tapi ku mohon jangan lagi kamu membuat semua menjadi lebih dalam
Karena hanya aku yang rasa disini

Pergilah wahai rasa
Asa yang tak pantas terbalas

Rabu, 04 Juli 2018

Mengenai Hujan dan Pagi

Mengenai Hujan dan Pagi

Ada nama yang yang sudah terjaga
Mengenai nama yang belum bisa aku yakini jadi yang pertama dan terakhir
Tapi yang aku yakini hati ini sering menyebut namanya
Nama yang sudah terbiasa tersiar dalam alam bawah sadarku
Apa kamu tau?
Ada yang menunggu hatimu mengarah pada jalan yang sudah ada dihati ini

Saat hujan di pagi hari mungkin mengingatkan kau dengan orang lain
Dan aku mengingatmu
Hanya sekedar bayangan siluet dalam fikiran
Yang terasa nyata didepan pandanganku

Tak bisa aku lebihkan rasa ini
Dan tak bisa aku kurangkan rasa ini
Biarkan pada porsi yang sepantasnya

Terkadang aku berharap
Hujan di Pagi hari mampu menghapus rasa ini
Tapi yang terjadi
Semakin sering hati ini menyebut namamu

Hanya hujan di malam hari yang mampu menghapusmu
Hujan yang tak bisa diduga
Hujan yang aku inginkan tapi tak aku dambakan



Senin, 26 Februari 2018

Tak Ada Air Hujan Detik Ini

Malam ini pukul 18.42
Di ruang kantorku
Aku menulis bait ini

Aku menangis tanpa alasan yang mau aku akui
Aku menangis karena ini aktualisasi dari hati ku
Yang penuh tanya tak usai

Tangis ini merupakan tangis yang kutahan setiap hari
Tangis yang bisa aku keluarkan sendiri
Tanpa ada yang mengetahui

Aku berharap ada yang mengatakan
" Kamu akan baik-baik saja "

Tapi nyata tetap lah yang terjadi
Aku sendirian, dengan kesendirian ini

Aku yang merasa Air Hujan cukup mewakiliku
Tapi malam ini pada detik ini tak ada air hujan

Rasa

Aku merasa
Mengenai hati yang berbeda

Aku merasa
Mengenai rasa yang indah

Aku merasa juga
Bahwa ini sungguh memayahkan

Terbiasa tak diungkap
Biarkan dia di dalam
Aku tak berharap ada pengungkapan
Aku hanya berharap rasa ini tetap didalam
Tertutup rapi

Jika ada waktu yang datang kembali
Aku berharap bertemu lebih awal

Tapi tidak, lebih baik seperti ini
Agar tidak ada yang terlalu dalam
Kecuali aku

Demi kepayahan ini
Biarkan saja terbiaskan pada hujan
Biarkan saja terlepas bersama angin
Biarkan saja ia menghilang

Rasa yang akan tetap pantas
Akan tetap menuntun pada tempat yang benar

Jadi biarkan dahulu
Ku mohon tetap pada semestinya

-FathiaRasa-